CONTOH GUGURITAN SUNDA
GUGURITAN SUNDA,  MATERI PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA

15+ CONTOH GUGURITAN SUNDA

CONTOH GUGURITAN SUNDA
CONTOH GUGURITAN SUNDA

CONTOH GUGURITAN SUNDA

Assalamualaikum wr wb
Terimakasih sudah berkunjung ke halaman blog ini.
Selamat datang di
bahasasunda.id. Perkenalkan blog ini berisi materi-materi pelajaran bahasa Sunda yang dikemas dalam media audio-visual untuk memberikan kesan belajar yang menyenangkan, mudah dipahami, dan memberikan banyak informasi baru kepada pengunjung.

Tidak hanya blog saja, bahasasunda.id pun memiliki youtube channel, yang berisi video-video edukasi mengenai pembelajaran bahasa Sunda. Kalian bisa kunjungi youtube channel dengan klik link di bawah ini.
www.youtube.com/c/bahasasundaidGemanakarnale

Jika ada pertanyaan seputar CONTOH GUGURITAN SUNDA yang kurang dipahami, kalian bisa memberikan komentar, silahkan jangan ragu untuk mengisi kolom komentar di bawah.

Semoga dengan adanya blog ini bisa memberikan manfaat bagi kalian semua.
Selamat belajar
CONTOH GUGURITAN SUNDA.

GUGURITAN PUPUH SINOM BAHASA SUNDA
GUGURITAN PUPUH SINOM BAHASA SUNDA

CONTOH GUGURITAN SUNDA

a. Guguritan 1

Aya hiji rupa kembang
raranggeuyan tapi leutik,
rupana bodas kacida,
matak lucu liwat saking,
hanjakalna teu seungit,
lamun ku urang diambung,
kitu sotéh tibeurang,
ari seug mungguh tipeuting,
sumeleber nyambuang sapakarangan.

b. Guguritan 2

Ari beurang ngagarantung,
pinuh dina tangkal kai,
di sada kokoréakan,
cing hempék ku hidep pikir,
nu kitu naon ngarana,
lolong lamun teu kapanggih.
Reup peuting hiber ngarabrul,
nyungsi tangkal nu kapanggih,
sugan pareng nu diseja,
buah haseum jeung nu amis,
teu aya anu disingsal,
dapon beuteung pinuh eusi.

c. Guguritan 3

Abdi mah sok sesah deui
Gamparan mah ku kituna
Teu aya bobot pangayon
Teu kaopan teu payaan
Gampang anggeus-anggeusan
Sautak saeutik bendu
Taya pisan tinimbangan

d. Guguritan 4

Aduh Gusti anu Maha suci
Sim abdi rumaos
Pangna abdi dumugi ka késrék
Réh ka sepuh parantos ngusir
Takabur sareng dir
Téga nundung sepuh

Pédah sepuh hina sareng miskin
Sangsara kokoro
Ku sim abdi dihina ditokér
Moal boa manahna téh ngerik
Lir digerih hinis
Manahna mo lipur

Tutungkusan Kecap

pakarangan : buruan imah atawa kantor
nyungsi : néangan atawa maluruh élmu pangaweruh
dapon : asal-asalan, henteu soson-soson
gamparan : sendal nu dijieun tina kai, seperti bakiak tapi leutik.
bobot pangayon : kawijaksanaan, gedé hampura
tinimbangan : pamikiran anu asak, anu bener-bener
késrék : panyakit kulit nu malalekat
takabur : gumedé, adigung, ngayakinkeun yén usahana bakal
lancar, hasil maksud jsb.
kokoro : kaayaan anu kacida sangsarana
ngerik : 1) ngalaan kokotor nu napel dina barang ku beling
2) sedih atawa nalangsa
digerih : disisit, diraheutan ku hinis

JAWAB PANANYA IEU DIHANDAP!

  1. Ditulis dina wangun pupuh naon éta guguritan téh?
  2. Kumaha watekna éta guguritan téh?
  3. Naon témana éta guguritan téh?
  4. Naon deuih amanatna tina éta guguritan téh?
  5. Analisis guru lagu jeung guru wilangan?


Bagaimana??? Penjelasan mengenai materi di atas dapat dipahami dengan baik??? jika masih belum paham, kalian bisa memberikan pertanyaan dengan mengisi komentar di bawah atau bisa juga mengunjungi postingan mengenai CONTOH GUGURITAN SUNDA lainnya atau langsung cari saja keyword materi yang kalian cari di bawah ini:

LINK KUMPULAN MATERI GUGURITAN SUNDA LENGKAP
https://bahasasunda.id/category/materi-pembelajaran/materi-guguritan-sunda/

LINK 15+ KUMPULAN CONTOH GUGURITAN SUNDA LENGKAP
https://bahasasunda.id/category/guguritan-sunda/

LINK 50+ KUMPULAN SOAL GUGURITAN SUNDA LENGKAP
https://bahasasunda.id/category/kumpulan-soal-basa-sunda/

Jika blog ini bisa memberikan banyak manfaat, jangan lupa untuk dukung blog ini dengan cara like, comment, dan share ke teman-teman kalian.

Jangan lupa untuk bergabung dalam group belajar bahasa Sunda husus siswa se-Jabar, dengan klik link di bawah ini
:
WHATSAPP
TELEGRAM
LINE
FACEBOOK
INSTAGRAM
YOUTUBE

Mari kita sama-sama bangun blog ini supaya bisa lebih berkembang lagi dan memberikan banyak ilmu yang bermanfaat bagi kalian semua.
Terimakasih
.


BAHASASUNDA.ID

BUKU SUMBER:
BUKU RANCAGÉ DIAJAR BASA SUNDA
BUKU PANGGELAR BASA SUNDA
BUKU CAHARA BASA
BUKU BASA SUNDA URANG
BUKU PAMEKAR DIAJAR BASA SUNDA
BUKU SIMPAY BASA SUNDA
BUKU GAPURA BASA
BUKU WIWAHA BASA
BUKU PRASADA BASA
MODUL PANGAJARAN BASA SUNDA



GOOGLE TRANSLATE

Perhatian! materi ini diterjemahkan oleh mesin penterjemah google translate tanpa adanya post editting, sehingga ketepatan dalam terjemahan masih buruk dan perlu dikembangkan lagi.
Tujuan dari fitur terjemahan ini untuk pengunjunga yang kesulitan memahami materi dan tidak sama sekali mengerti bahasa Sunda atau teman-teman pelajar dari luar Jawa Barat yang sedang belajar bahasa Sunda, fitur terjemahan ini bisa digunakan namun tidak 100% akurat, akan tetapi garis besarnya bisa diambil, daripada tidak mengerti samasekali.
Kedepanya mudah-mudahan admin punya waktu sehingga bisa mengoptimalkan fitur terjemahannya sendiri, dengan begitu pengunjung bisa mempelajari materi dalam bahasa Indonesia.

GUGURITAN : TEMA RASA NADA AMANAT SEKAR ALIT & AGEUNG
1. GUGURITAN

Guguritan berasal dari kata gurit yang artinya mengarang karangan.

Guguritan adalah kejahatan sastra berupa dangding atau pupuh guguritan milik puisi dalam bentuk puisi kuno. Pangna disebut karangan karena terikat dengan kriteria tertentu yaitu kriteria kanonik. Kalau saya simpulkan, sketsa itu adalah karangan singkat yang ditulis dalam bentuk tongkat.

Karena pondok biasanya tidak hanya terdiri dari satu kantin, ini juga mengubah cara kantin dalam pidato. Itu juga tidak membentuk cerita (naratif). Ini biasanya dibaca di atas ring, menggunakan lagu yang telah ditetapkan untuk Anda.

Guguritan umumnya tidak terlalu panjang, hanya terdiri dari belasan belasan saja. Bahkan kurang dari sepuluh juga tersedia. Contohnya adalah karya H. Muhammad Musa, seperti “Wulangkrama”, “Wulang Guru”, dan “Wulang Murid”. Namun, ada yang lebih panjang dari 200.500 on. Misalnya, karya H. Hasan Mustapa (1852 1930) panjangnya mencapai 500, rata-rata panjangnya kira-kira 200 inci.

2. SEJARAH GUGURITAN

Guguritan adalah gelar yang sudah lama ada dalam sastra R. Pada masa sebelum perang, para siswa di Sekolah Nomor II dan khususnya Sekolah Guru (Sekolah Normal) diajari menyanyi dan menulis puisi, yang tidak hanya mereka nyanyikan sesuai dengan paduan suara, tetapi juga dapat membuat puisi sendiri. Selama perang, dangding dan nyanyian tidak diajarkan daria. Dengan demikian puisi tersebut kehilangan popularitasnya, kecuali di kalangan ahli lagu tetapi juga hanya sebatas hafalan puisi yang ada.

Dari abad ke 19 banyak yang menulis puisi Pada tahun 1822 1866 R. Haji Muhammad Musa menulis Wulang Krama “: pada tahun 1865 RA Bratadiwijaya menulis” Asmarandana Lahir Batin “; pada tahun 1892 Haji Hasan Mustapa menulis puluhan puisi, misalnya” Kinanti Ngahurun Tulang “Asmarandana Babalik Pikir”, “Sinom Pamulang Tarima” “Dangdanggula Pamolah Rasa”, dan lain-lain.

STRUKTUR GUGURITAN

Guguritan terdiri atas beberapa unsur yaitu yang berkaitan dengan struktur dalam (unsur intrinsik) dan struktur luar (unsur ekstrinsik). Struktur puisi adalah: tema, rasa, nada, dan amanat.

Sebuah. Tema berarti “pokok bahasan” atau dasar cerita dalam percakapan, sajak, dll.
b. Taste atau “image” dalam sebuah karya sastra merupakan cara membentuk pengertian atau gambaran tentang sesuatu; deskripsi visual.
c. yang diturunkan dari kata, frase, atau kalimat dan merupakan elemen dasar yang berbeda dalam karya prosa dan puisi. Nadanya adalah untuk menarik suara halonna. Nada akan sangat terkait dengan rasa yang terkandung, umumnya setara dengan langit-langit.
d Amanat dalam sebuah karya sastra merupakan gagasan yang menjadi landasan sebuah karya sastra; apa yang akan penulis sampaikan kepada pembaca

4. MACAM-MACAM GUGURITAN

Berdasarkan isinya, drama komedi dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, antara lain:

Sebuah. Pelajaran, seperti “Wulang Krama”, “Wulang Murid”, “Wulang Guru” oleh R. Haji Muhamad Musa. “Asmarandana Lahir Batin” oleh R.A. Bratawijaya;
b. Pengalaman mistik, misalnya Guguritan karya Haji Hasan Mustapa;
C. Kekuatan alam, misalnya “Dangdanggula Laut Kidul” oleh Kalipah Apo;
d. Insiden misalnya “Tubatus Jaya” “Kiamat” yang ditulis oleh Tubagus Jaya
e. Surat, pidato, dan pintu terbuka. Puisi-puisi yang berisi surat dan pidato, seperti yang dihimpun oleh R. Danureja dalam kitab Serat-sinerat Jaman Jumenengna Raden Haji Muhammad Musa. Guguritan buka pintu selalu diusung dalam upacara buka pintu di pesta pernikahan.

5. PUPUH

Menceritakan tarikan tertentu tidak lepas dari tongkat. Hari ini, oleh karena itu, lemparan diatur berdasarkan kriteria kanopi. Ari pupuh bukanlah sebuah lagu, melainkan aturan atau kriteria dalam menggubah sebuah lagu.

Ada 17 pupuh, yaitu: Dangdanggula, Sinom, Asmarandana, Kinanti, Mijil, Magatru, Pangkur, Durma, Pucung, Balakbak, Maskumambang, Wirangrong, Gambuh, Gurisa, Lambang, Ladrang, dan Jurudemung. Ada empat buah tongkat yang selalu disebut tongkat besar, yaitu tongkat kinanti, sinom, asmarandana, dan dangdanggula. Kadang juga disebut KSAD. Hari ketiga belas menyusui selalu disebut persemaian bunga kecil.

Hal di atas menjelaskan bahwa chorus merupakan aturan atau kriteria dalam menggubah sebuah lagu. Kriteria tersebut adalah guru nyanyian, guru bilangan, dan kebiasaan. Untuk membuatnya lebih jelas, kami mengutip kembali beberapa kanopi Durma di atas!

Biarkan seseorang yang bersemangat tentang sekolah
Ilmu pengertian Nyuprih
Kemampuan pencarian
Jadi jadilah seseorang
Ilmu pijat
Apa pun mungkin
Jadilah orang yang berbudi luhur

Jadi di atas disebut sapada. Di sapada ada tujuh baris. Jadi, paralel dalam padanan disebut ekivalen, jadi sleeper dalam ekivalen ada tujuh penambahan.

error: Content is protected !!