SAJAK SUNDA

SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI

SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI

Assalamualaikum wr wb
Siswa-siswi yang Bapak banggakan, terimakasih sudah berkunjung ke halaman blog ini.
Selamat datang di bahasasunda.id. Perkenalkan blog ini berisi rangkuman materi pelajaran bahasa Sunda untuk keperluan pembelajaran daring di Sekolah kita. Dikemas dalam bentuk media audio-visual, agar memberikan kesan belajar yang menyenangkan, mudah dipahami, serta memberikan pengalaman belajar yang baru di abad 21.

Tidak hanya blog saja, bahasasunda.id mempunyai Youtube Channel, berisi video-video dokumentasi, hasil karya siswa-siswi di sekolah kita, dan video edukasi pembelajaran bahasa Sunda yang akan Bapak sampaikan setiap pertemuan di kelas. Supaya tidak ketinggalan kalian bisa kunjungi Youtube Channel dengan cara klik link di bawah ini. www.youtube.com/c/bahasasundaidGemanakarnale


Jika ada pertanyaan seputar SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI yang kurang dipahami, kalian bisa memberikan komentar, silahkan jangan ragu untuk mengisi di kolom komentar atau bisa menghubungi Bapak melalui Whatsapp.

Semoga dengan adanya blog ini bisa membantu pembelajaran daring di sekolah kita supaya lebih efektif dan memberikan banyak manfaat bagi kalian semua.
Selamat belajar
SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI.

MATERI CARITA PANTUN
MATERI CARITA PANTUN
MATERI CARITA PANTUN
MATERI CARITA PANTUN
MATERI CARITA PANTUN

SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI

Pamanggih
(Ayatrohaédi)

Salapan bulan ngakandung

Moal aya hiji jalma
leuwih ti indung micinta
indung gudang hampura.

Salapan bulan dikandung

Moal aya hiji jalma
leuwih ti anak nu rumasa
anak gudang dosa.

Salapan bulan ngakandung
pinuh rasa jeung rumasa.

Salapan bulan dikandung
pinuh dosa jeung rumasa.

1956
(Dicutat tina kumpulan sajak Di Kebon Binatang, 1990, k. 8).

EUSI SAJAK

1. Eusi éta sajak nyaritakeun indung anu geus sabar ngakandung anakna salila salapan bulan.
2. Indung téh kacida micinta anakna, sanajan anakna milampah salah, indung bakal ngahampura.
3. Bédana antara indung jeung anak; nu jadi indung nalika keur ngakandung dibarengan ku kanyaah jeung kadeudeuh ka anakna. Tapi ari anak sanggeus gubrag ka alam dunya mah sanajan manéhna gé nyaho yén kungsi dikandung ku indung salila salapan bulan, lolobana nyieun dosa boh nu dihaja boh nu teu dihaja ka indungna téh.

LATIHAN

  1. Diwangun ku sabaraha pada éta sajak?
  2. Nyaritakeun naon éta eusi sajak?
  3. Naon anu diébréhkeun ku panyajak dina pada kahiji, kadua, katilu, jeung pada kaopat?

SUMBER & REFERENSI
Dirangkum dari beberapa buku:

Sudaryat, Yayat. Spk. 2017. Panggelar Basa Sunda pikeun Murid SMA/SMK/MA/MAK Kelas X. Bandung : Erlangga

Héndrayana, Dian. 2016. Rancagé Diajar Basa Sunda (Pikeun Murid SMA/SMK/MA/MAK Kelas X). Bandung: Pustaka Jaya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. 2015. Pamekar Diajar Basa Sunda: pikeun Murid SMA/SMK/MA/MAK Kelas X. Bandung : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Tentu saja blog ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu jika diantara kalian mempunyai kritik dan saran yang ingin disampaikan, dipersilahkan untuk mengisi kolom komentar atau menghubungi Bapak. Kedepannya blog ini akan dievaluasi secara berkala sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi kalian semua siswa-siswi yang bapak sayangi.

Jika ada karya dari penulis yang dimuat di blog ini, dan tidak berkenan untuk dipakai sebagai bahan ajar, silahkan bisa menghubungi Bapak untuk kemudian melakukan tindakan yang diperlukan, jika ada indikasi pelanggaran konten, anatara lain bapak akan melakukan tindakan dengan cara menghapus konten tersebut.

Bagaimana??? Penjelasan mengenai materi di atas dapat dipahami dengan baik??? jika masih belum paham, kalian bisa memberikan pertanyaan dengan mengisi komentar di bawah atau bisa juga mengunjungi postingan mengenai SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI lainnya atau langsung cari saja keyword materi yang kalian cari di bawah ini:

Jangan lupa untuk bergabung dalam group belajar bahasa Sunda husus siswa, dengan klik link di bawah ini:
WHATSAPP
TELEGRAM

FACEBOOK
INSTAGRAM
YOUTUBE

TIKTOK

Jika blog ini bisa memberikan banyak manfaat, berikan dukungan dengan cara like, comment, dan share ke teman-teman kelas kalian. Mari kita sama-sama bangun blog ini supaya bisa lebih berkembang lagi dan memberikan banyak ilmu yang bermanfaat bagi kalian semua.
Terimakasih
.

GOOGLE TRANSLATE

Perhatian! materi ini diterjemahkan oleh mesin penterjemah google translate tanpa adanya post editting, sehingga ketepatan dalam terjemahan masih buruk dan perlu dikembangkan lagi.
Tujuan dari fitur terjemahan ini untuk pengunjunga yang kesulitan memahami materi dan tidak sama sekali mengerti bahasa Sunda atau teman-teman pelajar dari luar Jawa Barat yang sedang belajar bahasa Sunda, fitur terjemahan ini bisa digunakan namun tidak 100% akurat, akan tetapi garis besarnya bisa diambil, daripada tidak mengerti samasekali.
Kedepanya mudah-mudahan admin punya waktu sehingga bisa mengoptimalkan fitur terjemahannya sendiri, dengan begitu pengunjung bisa mempelajari materi dalam bahasa Indonesia.

SAJAK SUNDA TENTANG IBU: “PAMANGGIH” – AYATROHAEDI

Opini (Ayatrohaedi)

Hamil sembilan bulan

Tidak ada satu orang pun
lebih dari seorang ibu yang penuh kasih
gudang ibu maaf.

Hamil sembilan bulan

Tidak ada satu orang pun
lebih dari yang dirasakan anak itu
anak dari gudang dosa.

Hamil sembilan bulan
penuh rasa dan rasa.

Hamil sembilan bulan
penuh dengan dosa dan perasaan.

1956

(Dikutip dari kumpulan puisi At the Zoo, 1990, hlm. 8).

  1. Isi puisi tersebut bercerita tentang seorang ibu yang telah bersabar terhadap anaknya selama sembilan bulan.
  2. Ibu sangat menyayangi anaknya, meskipun anaknya salah, ibu akan memaafkan.
  3. Perbedaan antara ibu dan anak; yang menjadi seorang ibu ketika dia hamil bersama dengan cinta dan kasih sayang dari anaknya. Tetapi anak tetap tinggal setelah jatuh ke alam, meskipun dia akan tahu bahwa dia dikandung oleh ibunya selama sembilan bulan, kebanyakan melakukan dosa baik sengaja maupun tidak sengaja kepada ibunya tersebut.
  4. Terdiri dari berapa banyak dalam puisi itu?
  5. Ceritakan apa isi puisi itu?
  6. Apa yang dijelaskan penyair di bagian pertama, kedua, ketiga, dan keempat?

error: Content is protected !!